Bolehkah pihak Debt Collector Mengambil paksa kendaraan Debitur

Posted on

Bolehkah pihak Debt Collector Mengambil paksa kendaraan debitur saat sedang di jalan, karena adanya tunggakan terhadap perusahaan leasing ?

Jawabanya adalah TIDAK, walaupun debitur melakukan wanprestasi terhadap pihak kreditur (leasing) akan tetapi perbuatan kreditur dengan menggunakan jasa debt collector sangat tidak dibenarkan. Seperti kita ketahui berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, yang berbunyi :

“Satu-satunya Pihak Yang Berhak Menarik Kendaraan Kredit Bermasalah Adalah Kepolisian atas keputusan Pengadilan”.
Hal tersebut juga dipertegas kembali dengan ketentuan hukum yang tercantum dalam Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang isinya:
“Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri.”

Dua dasar hukum tersebut menjadi landasan bahwa pengambilan paksa kendaraan debitur oleh debt collector dilarang di Indonesia, apalagi saat ini banyak sekali debt collector yang melakukan pengambilan paksa kendaraan tersebut secara anarkis. Justru yang kena imbasnya ialah lembaga leasing yang menyewa jasa debt collector tersebut. Bisa saja akibat perbuatan anarkis yang dilakukan pihak debt collector kepada debitur mengakibatkan kerugian kepada pihak debitur sehingga membuat debitur merasa terganggu keselamatannya akhirnya ia menempuh jalur pidana dengan melaporkan kepada pihak Kepolisian, dan yang dirugikan tetap pihak kreditur (leasing). Oleh karena itu, jika terdapat wanprestasi yang dilakukan debitur terhadap kreditur, alangkah baiknya ialah menempuh jalur Pengadilan Negeri terlebih dahulu.

Debi Agusfriansa Rahayu, S.H., M.H., M.AP., C.NNLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *