Pinjam Modal Usaha Online Apakah Aman?

Posted on

Melakukan pinjaman terhadap pihak lain memang akan menambahi beban hidup saja terhadap orang atau lembaga lain. Akan tetapi hal tersebut berlaku ketika uang pinjaman malah digunakan untuk bersenang-senang, beda lagi kalau digunakan sebagai modal usaha, dimana itu membuka kesempatan diri untuk sukses di masa mendatang.

Untuk peminjaman ini sendiri bisa dilakukan di berbagai tempat, karena banyak lembaga yang menawarkannya. Dan anda harus bisa mempertimbangkan dengan baik, mulai dari tingkat kemudahan dalam membayar, ketentuan peminjam, suku bunga, dan lain sebagainya.

Salah satu pinjaman yang mudah untuk dilakukan yakni sistem online, dan mungkin anda juga bertanya-tanya pinjam modal usaha online apakah aman? Dikarenakan maraknya penipuan menjadikan keraguan bagi peminjam. Jawabannya yakni tergantung.

Pinjaman Modal Usaha Online Tidak Aman

Anda bisa mengetahui beberapa faktor terhadap lembaga yang memberikan pinjaman online secara tidak aman, dan kebanyakan orang terjerumus terhadap penipuan seperti ini karena memang sedang dalam keadaan yang benar-benar membutuhkan. Beberapa tanda pemberi pinjaman abal-abal diantaranya seperti:

  • Ada biaya administrasi di awal pinjaman
  • Suku bunga yang sangat tinggi
  • Tidak ada bukti terdaftar di OJK
  • Banyak salah dalam penulisan
  • Membuat kebijakan yang memberatkan sebelah
  • Dll

Harus berhati-hati jika menemukan tanda seperti itu, dikarenakan bukan cuman modal saja yang terkadang tidak cair, melainkan data yang anda kirimkan ke peminjam malah bisa saja disalahgunakan. Misalnya saja seperti digunakan untuk mencari pinjaman di lembaga resmi dan mengatasnamakan dengan diri anda.

Seperti yang sudah dibahas tadi, dimana jawaban dari pinjam modal usaha online apakah aman ini tergantung dari bagaimana anda dalam memilih. Agar amannya, anda bisa simak beberapa tips sebagai berikut:

1. Pastikan Terdaftar di OJK

Pertama kalian pastikan terlebih dahulu apakah layanan atau aplikasi pinjaman online itu sudah terdaftar di OJK atau belum. Dikarenakan ketika layanan ini sudah terdaftar, maka akan patuh terhadap peraturan yang berlaku seperti cara penagihan, besar bunga, hingga keamanan data nasabah.

2. Bunga Pinjaman Wajar

Berikutnya yakni memastikan tingkat suku bunga yang dibebankan terhadap peminjam, jangan sampai terlampau tinggi atau bahkan hampir mencapai 2x lipat dari uang pinjaman. Dikarenakan sebagaimana ketentuan dari OJK, bunga yang dikenakan itu tidak sampai 1%.

Sebagaimana peraturan pinjaman dari OJK, telah menetapkan suku bunga peminjaman online ini cuman diperbolehkan sebesar 0.8% per hari. Jadi, kalau ada yang menentukan bunga lebih dari itu, sebaiknya pilih layanan lainnya saja.

3. Perhatikan Biaya Lain-Lain

Tidak asing memang biaya lain-lain ini dalam peminjaman, sehingga anda tidak bisa langsung menilai layanan yang mengenakan biaya administrasi dan lainnya itu ilegal. Untuk melakukan proses pencairan tentu butuh beberapa langkah yang melibatkan pihak tertentu.

Akan tetapi juga harus dalam taraf wajar, biasanya biaya seperti ini akan disampaikan dalam FAQ. Lembaga peminjaman online yang resmi akan menyampaikannya secara transparan, agar peminjam bisa mengetahuinya.

4. Baca Kebijakan Privasi dengan Teliti

Tidak semua lembaga peminjaman online ini menawarkan ketentuan atau kebijakan privasi yang sama, mereka memiliki standar masing-masing yang membuatnya berbeda antara satu dengan lainnya. Memang sesuai dengan peraturan OJK, akan tetapi masing-masing perusahaan memiliki cara yang berbeda untuk menarik peminjam.

Sehingga agar tidak terjadi kesalahpahaman atau terjerumus dalam penipuan, anda harus membaca dengan teliti dokumen dan kebijakan setiap layanan pinjaman online ini. Dan yang penting yakni memastikan data pengguna tidak akan dijamin kerahasiaannya.

5. Jangan Sampai Kelewat Jatuh Tempo

Tidak cuman pinjaman online saja, melainkan segala bentuk pinjaman juga harus dipenuhi ketika sudah jatuh tempo. Anda harus mencicil pinjaman ini dalam jumlah dan pada waktu yang sudah ditentukan pada awal masa pinjaman.

Dan ketika anda melewati masa tempo yang sudah ditetapkan, jelas anda diharuskan membayar denda dalam jumlah tertentu. Hal ini jelas akan semakin merugikan anda, dikarenakan uang pinjaman saja belum lunas sudah ketambahan biaya denda juga.

6. Pahami Resiko Menunggak

Namanya juga hutang, dimana harus dibayar dan kalau tidak pasti ada penagihan yang memaksa anda untuk melakukan pembayaran. Oleh karena itu, anda juga harus memahami seperti apakah proses penagihan lembaga peminjaman online tersebut.

Anda tidak bisa melarikan diri begitu saja, dikarenakan lembaga peminjaman online bukan berarti bisa bergerak dalam dunia nyata. Langkah terakhir perusahaan fintech ketika peminjam sulit untuk ditagih yakni melaporkan kewajiban dan status kredit yang menunggak terhadap Kredit Biro, sesuai data yang tertera pada KTP.

Kurang lebih seperti itulah jawaban mengenai pinjam modal usaha online apakah aman atau tidak. Dikarenakan berbagai macam cara pasti ada keuntungan dan juga resiko yang harus dipertimbangkan, dan keputusan berada di tangan anda sendiri apakah mau meminjam dana secara online atau offline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *